77 Jemaah Haji Tangsel Batal Berangkat, Mayoritas Terkendala Administrasi dan Kesehatan

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Tangsel, Rizki Waludin

PUSTAKA KOTA, Tangsel — 77 jemaah asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan batal berangkat pada musim haji tahun 2026.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Tangsel, Rizki Waludin saat ditemui di kantornya mengatakan, 77 jemaah haji batal berangkat karena berbagai faktor.

Ia merincikan, 61 jemaah menunda karena kendala administrasi dan faktor ekonomi meski telah mendapat panggilan. Sementara 10 jemaah yang sudah melunasi biaya haji juga memilih menunda karena kondisi kesehatan yang tidak layak.

“Ada juga satu jemaah dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan. Sementara dua jemaah lainnya mengalami sakit permanen sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat tahun ini,” tuturnya, Senin (27/4/2026).

Tidak hanya itu, Rizki menyebut, tiga jemaah dari kloter JKB 04 yang sudah berada di embarkasi Cipondoh Tangerang, juga batal berangkat karena mengalami kondisi kritis. Satu orang diketahui menderita penyakit stadium 5 yang mengharuskan cuci darah, satu lainnya mengalami pendarahan otak, dan satu jemaah mengalami patah tulang akibat terjatuh sehari sebelum keberangkatan.

“Seluruh jemaah yang mengalami kendala kesehatan tersebut dipastikan tidak dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya tahun ini,” ungkapnya.

Kepastian itu lanjut Rizki, berdasarkan rekomendasi dokter yang menyatakan mereka memerlukan penanganan intensif, termasuk operasi dan perawatan khusus.

“Mereka bisa berangkat kembali tahun depan setelah memenuhi standar istitaah atau kelayakan kesehatan,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada musim haji tahun 2026, jemaah asal Tangsel terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 02, 04, 21, dan 23. Namun terdapat penyesuaian, di mana tiga jemaah mengajukan keberangkatan pada kloter 24 terakhir di Provinsi Banten. (Gun)