PUSTAKA KOTA, Tangsel – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini memiliki ketersediaan 2.122 kantong darah beragam golongan.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya angka. Namun bagi pasien thalassemia yang harus transfusi rutin, ibu yang berjuang melahirkan, atau korban gawat darurat yang membutuhkan tindakan cepat, setiap kantong darah adalah harapan hidup.
Kepala UDD PMI Kota Tangsel, Prama Sesari Saraswati menyampaikan, menjelang Ramadan 2026, PMI Tangsel memastikan ketersediaan darah dalam kondisi aman dan terkendali.
Prama menyebut, ketersediaan mencakup berbagai golongan darah A, B, O, dan AB serta komponen penting seperti PRC, trombosit, FFP, hingga AHF. Namun di balik kabar baik itu, ada tantangan yang selalu datang setiap tahun, yakni penurunan kuantitas pendonor selama bulan Ramadan.
“Biasanya saat Ramadan, partisipasi donor menurun karena masyarakat berpuasa. Padahal kebutuhan darah di rumah sakit tetap berjalan normal,” ujar Prama, Jumat (13/2/2026).
Prama menjelaskan, di Kota Tangsel, kebutuhan darah rata-rata mencapai 100 kantong per hari atau sekitar 3.000 kantong per bulan. Dalam setahun, kebutuhan minimal bisa menyentuh 36.000 kantong darah atau sekitar 2 persen dari total jumlah penduduk.
Menurutnya, angka itu menjadi pengingat bahwa kebutuhan darah tak pernah mengenal musim. Pasien thalassemia tetap membutuhkan transfusi berkala, paasien kanker tetap menjalani terapi, ruang bersalin dan instalasi gawat darurat tetap siaga setiap hari.
“PMI Tangsel mengajak masyarakat tidak ragu berdonor meski sedang berpuasa. Secara medis, donor darah tetap aman dilakukan selama kondisi tubuh sehat dan memenuhi syarat,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut Prama, Ramadan dinilai sebagai momentum paling tepat untuk berbagi. Ketika umat berlomba memperbanyak amal, setetes darah yang didonorkan dapat menjadi sedekah paling nyata dan menyelamatkan nyawa seseorang yang bahkan mungkin tidak pernah kita kenal.
Oleh karena itu, UDD PMI Kota Tangsel membuka layanan donor setiap hari pukul 07.30 hingga 21.30 WIB.
“Mobil unit donor juga siap mendatangi instansi, komunitas, hingga tempat ibadah yang ingin berpartisipasi,” tuturnya.
Prama berujar, di bulan Ramadan yang mengajarkan makna empati dan kepedulian, aksi donor darah menjadi wujud solidaritas yang sederhana namun berdampak besar.
“Sebab di balik setiap kantong darah, ada doa, ada harapan, dan ada kehidupan yang kembali berlanjut,” tutupnya. (Adv)
