Dinkes Tangsel : Uji Sampel Takjil Ramadan, Temuan Zat Berbahaya Minim

Petugas Dinkes Kota Tangsel melakukan uji petik terhadap beragam jenis takjil yang dijual pedagang di kawasan pasar saat Ramadan 2026, temuan makanan mengandung zat berbahaya minim.

PUSTAKA KOTA, Tangsel — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan hingga pertengahan Ramadan 2026, temuan makanan takjil yang mengandung zat berbahaya tergolong rendah.

Hal tersebut diketahui dari hasil pengawasan dan uji sampel yang dilakukan terhadap pedagang takjil di tujuh kecamatan se-Tangsel.

Read More

Ketua Tim Kerja Kefarmasian dan Pangan Dinkes Tangsel, Lisa Fantina mengatakan, pengawasan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan terkait pengawasan pangan selama Ramadan.

“Dalam hal ini Dinkes berkolaborasi dengan Puskesmas melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada para pedagang takjil di wilayah kerja kami,” kata Lisa saat ditemui di sentra takjil area Sandratex, Rempoa, Ciputat Timur, Kamis (5/3/2026).

Lisa menjelaskan, kegiatan pengawasan terhadap kudapan, petugas melakukan uji petik berbagai jenis makanan kering dan basah dengan menggunakan sanitarian kit untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamine B.

“Pengujiannya menggunakan uji sampel secara acak untuk memastikan tidak ada penggunaan bahan kimia berbahaya dalam makanan yang dijual kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap makanan, Lisa menerangkan, Dinkes Tangsel juga memberikan pembinaan kepada pedagang dan edukasi kepada masyarakat agar lebih memerhatikan keamanan pangan sebelum dikonsumsi.

Masyarakat diimbau memilih pedagang yang menjaga kebersihan, menggunakan alat pelindung diri saat berjualan, serta memerhatikan tampilan makanan.

“Sebisa mungkin hindari makanan dengan warna yang terlalu mencolok karena dikhawatirkan menggunakan bahan kimia. Selain itu, masyarakat juga bisa mengenali dari aroma maupun penampilan makanan,” jelasnya.

Lisa menambahkan, rendahnya temuan makanan takjil yang tidak memenuhi syarat menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan pedagang terhadap pentingnya keamanan pangan.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini angka temuan ketidaksesuaian pangan sangat kecil. Ini menandakan masyarakat semakin sadar terhadap keamanan pangan,” katanya. (Gun)

Related posts