Donasi Rp2,07 Miliar dari Tangsel Mengalir untuk Korban Banjir Sumatera

Penyaluran bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak bencana melalui program oleh Baznas Kota Tangsel di wilayah terdampak banjir Sumatera, sebagai upaya mendukung keberlanjutan pendidikan dan pemulihan pascabencana.

PUSTAKA KOTA, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan kepedulian tidak mengenal batas wilayah.

Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel, aksi kemanusiaan digerakkan untuk membantu ribuan warga terdampak banjir di Pulau Sumatera, dengan menghasilkan donasi lebih dari Rp2 miliar hingga pertengahan Februari 2026.

Read More

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie melalui keterangannya mengatakan, dana sebesar Rp2.070.689.943 tersebut disalurkan ke tiga provinsi yang paling terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Dijelaskan olehnya, bantuan tidak hanya berupa logistik darurat seperti bahan pangan, pakaian, dan obat-obatan, tetapi juga menyasar pemulihan jangka panjang agar masyarakat dapat kembali bangkit.

“Penyaluran dimulai sejak akhir Desember 2025. Salah satu wilayah tujuan utama adalah Kabupaten Tanah Datar, yang menerima bantuan melalui posko darurat dan dapur umum,” ungkapnya, ditulis Selasa (24/2/2026).

Benyamin menuturkan, di daerah ini, Baznas Tangsel juga menjalankan program penyediaan air bersih melalui proyek pipanisasi dari sumber pegunungan ke permukiman warga yang menurutnya sebuah solusi berkelanjutan di tengah krisis pascabencana.

Kemudian lanjutnya, upaya serupa dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya di Kecamatan Batang Toru. Di sana, kata Benyamin, bantuan diperluas menjadi program pemulihan infrastruktur, yakni renovasi masjid, pembangunan rumah layak huni, pengeboran sumur air, hingga fasilitas MCK.

“Langkah ini menunjukkan bahwa solidaritas bukan hanya hadir saat darurat, tetapi juga saat masyarakat berjuang memulai kembali kehidupan,” tuturnya.

Benyamin mengapresiasi tingginya partisipasi warga, ASN, pelaku usaha, hingga para muzaki yang ikut berkontribusi. Menurutnya, besarnya donasi mencerminkan kuatnya budaya gotong royong dan empati masyarakat Tangsel.

“Pemkot Tangsel mendukung penuh pola penanganan yang tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi berlanjut pada pemulihan nyata yang berdampak langsung bagi korban,” ucapnya.

Benyamin juga menilai pendekatan Baznas Tangsel sebagai model penanganan bencana yang komprehensif, menggabungkan respon cepat, transparansi pengelolaan dana, serta pembangunan infrastruktur dasar.

Benyamin bilang, bantuan ini lebih dari sekadar angka miliaran rupiah, namun menjadi simbol bahwa kepedulian dapat menjembatani jarak antardaerah.

“Dari Tangsel untuk Sumatera, solidaritas warga membuktikan bahwa ketika bencana datang, kemanusiaan selalu menemukan jalannya,” tutupnya. (Adv)

Related posts