PUSTAKA KOTA, Tangsel — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, persoalan HIV/AIDS bukan semata isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kesadaran sosial, edukasi, serta dukungan terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” kata Benyamin, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan terus memperluas akses pemeriksaan dan skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS juga terus digencarkan, khususnya kepada generasi muda dan kelompok usia produktif, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai pola hidup sehat serta pencegahan penularan HIV.
Benyamin menekankan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Menurutnya, ODHA harus mendapatkan dukungan sosial dan akses layanan kesehatan yang layak agar dapat menjalani kehidupan secara optimal.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan secara optimal,” pungkasnya.
Dalam upaya memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS, Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan.
Menurut Benyamin, keterlibatan seluruh pihak menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, inklusif, dan peduli terhadap sesama.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya. (Adv)
