Pencarian Korban Diduga Tenggelam di Sungai Cisadane Masuki Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Lakukan Penebalan

 

 

Tim SAR Gabungan Tangsel

PUSTAKA KOTA.Tangsel-Upaya pencarian terhadap seorang pekerja proyek yang diduga tenggelam di Sungai Cisadane kembali dilanjutkan pada hari kedua, Selasa (3/2/2026). Korban dilaporkan tercebur ke sungai saat sedang bekerja lembur dalam kegiatan pemasangan baut jembatan di wilayah Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, 1 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga terpeleset lalu jatuh ke Sungai Cisadane saat melaksanakan pekerjaan di Jembatan Leuwiranji, Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur.

Korban diketahui bernama Frangki A (26), berjenis kelamin laki-laki. Saksi mata dalam kejadian ini adalah rekan kerja korban, Anang atau Aray (33).

Baca Juga:Diduga Terpeleset Saat Lembur, Pekerja Jatuh ke Sungai Cisadane, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan Kota Tangerang Selatan kembali melakukan perbantuan serta penebalan pencarian setelah sebelumnya melakukan penyisiran pada hari pertama.

Operasi pencarian dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan menyisir aliran Sungai Cisadane dari beberapa titik strategis.

Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengombinasikan penyisiran air dan pemantauan darat.

“Pada hari kedua ini, Tim SAR Gabungan melakukan penebalan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet serta pemantauan visual dari darat. Namun hingga sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan,” ujar Dian Wiryawan.

Pada tahap pertama, pencarian dimulai dari Jembatan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Tim melakukan penyisiran sungai menggunakan dua unit perahu karet jenis LCR dengan jarak tempuh sekitar kurang lebih 13 kilometer, serta pemantauan visual darat di bantaran sungai sejauh 500 meter.

Selanjutnya pada tahap kedua, pencarian dilanjutkan dari batas Sungai Cicangkal, wilayah Rumpin, hingga perbatasan Kecamatan Gunung Sindur. Penyisiran perairan dilakukan sejauh 4 kilometer dengan disertai pemantauan visual darat sepanjang 500 meter.

Titik akhir atau penjemputan pencarian berada di Jembatan Lengkong, Jalan SKKI Pondok Jagung, Serpong Utara, serta Jembatan Kranggan, Kecamatan Setu.

Dalam operasi ini, tim gabungan mengerahkan dua unit perahu karet LCR, perlengkapan SAR pendukung, serta empat unit kendaraan operasional jenis pikap.

Hingga pencarian dihentikan sementara pada sore hari , hasil pencarian masih nihil dan korban belum ditemukan.

“Pencarian sementara dihentikan dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan langkah berikutnya, Kami berharap korban cepat ditemukan dalam kondisi apapun” tambah Dian Wiryawan.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Kota Tangerang Selatan, Satpol PP Kota Tangerang Selatan, PMI Kota Tangerang Selatan, Redkar Tangsel, Semut Tangsel, OCC, Kananga Rescue, RPAI Tangsel, Laju Peduli, RMI, dan WMI Tangsel. (Dm)