BPBD Tangsel Dampingi Tim DLH Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Air Kali Jeletreng Serpong

PUSTAKA KOTA.Tangsel – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mendampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran air di Kali Jeletreng, Senin (9/2/2026) Kegiatan dilakukan dengan pengambilan sampel air sungai di sejumlah titik lokasi.

Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan mengatakan Tim Lapangan DLH Kota Tangerang Selatan mengambil sampel air di kawasan Taman Tekno dan titik kali yang melintasi kawasan The Green.

“Sampel air tersebut selanjutnya akan diuji di laboratorium, dengan estimasi hasil uji keluar dalam waktu 3 hingga 9 hari ke depan” ucap Dian

Baca Juga: Gudang Pestisida Terbakar di Tangsel, Polisi Periksa Lima Saksi dan Dalami Dugaan Pencemaran Sungai

Selain melakukan pengambilan sampel, Tim BPBD dan DLH juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat di sepanjang aliran Kali Jeletreng, mulai dari Taman Tekno hingga kawasan The Green.

Masyarakat diminta untuk tidak menggunakan air sungai untuk keperluan MCK maupun keperluan lainnya hingga beberapa jam setelah pengambilan sampel, serta tidak mengambil ikan-ikan yang mati atau dalam kondisi teler akibat dugaan pencemaran.

Lebih lanjut Dian Wiryawan, atas kondisi yang terjadi mengimbau masyarakat agar tidak mengambil ikan-ikan yang mati di sungai tersebut.

“Dikhawatirkan ikan-ikan tersebut telah terkontaminasi cairan kimia yang dapat menyebabkan keracunan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air sungai untuk berbagai keperluan, seperti MCK atau lainnya, sampai dinyatakan aman,” imbaunya.

Setelah rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, Tim DLH kembali ke kantor untuk proses tindak lanjut hasil uji laboratorium, sementara Tim Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan kembali ke pos masing-masing.

BPBD Kota Tangerang Selatan bersama DLH akan terus melakukan pemantauan dan menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar penanganan lebih lanjut terkait kondisi air Kali Jeletreng.(Red)