PUSTAKA KOTA, Tangsel — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dengan memperkuat pelaksanaan program imunisasi kejar di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melakukan monitoring langsung ke wilayah kerja puskesmas guna memastikan proses imunisasi berjalan optimal.
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, melakukan monitoring imunisasi kejar untuk memastikan kesiapan layanan di lapangan, mulai dari tenaga kesehatan, ketersediaan vaksin, hingga sistem pencatatan dan pelaporan.
Menurutnya, imunisasi kejar penting untuk mengendalikan penyebaran campak, terutama bagi anak-anak yang belum imunisasi lengkap atau belum menerima vaksin.
“Imunisasi kejar menjadi intervensi yang sangat krusial untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan yang optimal dari penyakit campak. Terutama bagi mereka yang sebelumnya terlewat atau belum lengkap imunisasinya,” tuturnya, Selasa (17/3/2026).
Saat monitoring, Allin juga berdialog langsung dengan tenaga kesehatan serta memberikan edukasi kepada masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan.
Ia juga menekankan bahwa imunisasi merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Dijelaskan olehnya, campak sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan sangat cepat, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi.
Gejala awal penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit.
“Apabila tidak segera ditangani, campak dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti radang paru-paru (pneumonia), diare berat, hingga radang otak (ensefalitis) yang berpotensi menyebabkan kecacatan bahkan kematian,” terangnya.
Oleh sebab itu, Allin berujar, Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinkes terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program imunisasi, termasuk imunisasi kejar bagi anak yang status vaksinasinya belum lengkap.
Allin mengimbau para orang tua untuk segera membawa anaknya ke puskesmas, posyandu, maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna melengkapi imunisasi campak.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk tidak ragu membawa anaknya melakukan imunisasi. Vaksin campak aman, efektif, dan menjadi perlindungan utama agar anak terhindar dari risiko penyakit yang berbahaya,” katanya.
Allin menyebut, Pemerintah Kota Tangsel juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan di puskesmas, kader posyandu, hingga unsur masyarakat untuk mempercepat cakupan imunisasi di wilayah tersebut.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan penyebaran campak di Tangsel dapat segera terkendali serta memastikan anak-anak tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” harapnya. (Gun)





