
PUSTAKA KOTA,Tangsel-Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam situasi tersebut, kebersamaan dan kepedulian menjadi kunci utama agar masyarakat dapat bangkit lebih cepat.
Pemerintah memastikan kehadiran negara saat bencana terjadi, mulai dari penyaluran bantuan, evakuasi korban, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir, gempa bumi, maupun tanah longsor. Namun demikian, upaya penanganan bencana tidak dapat berjalan sendiri.
Menurut Cecep Supriatna, salah satu warga Kota Tangerang Selatan, mengatakan dukungan masyarakat melalui kepedulian, solidaritas, dan gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Tumpukan Sampah di Pasar Ciputat Diangkut, Warga Minta Pengawasan Diperketat
“Kepercayaan publik dan partisipasi aktif warga sangat membantu memperkuat efektivitas langkah pemerintah di lapangan,” ujarnya.Selasa (13/01/2026)
Nilai gotong royong yang terjaga diyakini mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi bencana.
“Dengan semangat kebersamaan, masyarakat diharapkan terus saling membantu sesuai kemampuan masing-masing”Pungkasnya
Diketahui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban jiwa bencana di Sumatera. Per hari ini, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mencapai 1.182 orang dan masih ada 145 jiwa yang dinyatakan hilang. Sementara itu, 238.627 jiwa masih mengungsi.(hfz)