Pemkot Tangsel Dorong Budaya Bersih untuk Atasi Persoalan Sampah

Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie

PUSTAKA KOTA.Tangsel-Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong kesadaran individu dan kolektif masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan guna menjaga kebersihan lingkungan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul persoalan sampah yang sempat mencapai kondisi kritis akibat kelebihan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan penanganan sampah di hulu tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga pembentukan budaya bersih di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar kebersihan, tetapi membangun budaya bersih. Yang kami harapkan dari masyarakat adalah kesadaran individu dan kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Benyamin, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga:Pemkot Tangsel Gandeng Kortas Tipikor Polri, Benyamin Davnie Tegaskan Tutup Celah Korupsi APBD 2026 

Benyamin menjelaskan, sesuai arahan Presiden, Pemkot Tangsel juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih di seluruh wilayah sebagai bagian dari penanganan sampah dari sumbernya.

Selain itu, Pemkot menegaskan akan melakukan penegakan hukum terhadap masyarakat yang melanggar Peraturan Daerah tentang kebersihan.

“Ke depan, apabila masih terjadi pelanggaran terhadap Peraturan Daerah tentang penanganan kebersihan di Tangerang Selatan, kami akan melakukan penegakan hukum sekaligus pemberian sanksi pidana,” tegasnya.

Diketahui, penutupan sementara TPA Cipeucang sempat menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik wilayah Kota Tangerang Selatan hingga pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat sampah.

Saat ini, Pemkot Tangsel tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui kerja sama antardaerah, penerapan teknologi pengolahan sampah seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), serta perubahan pola pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot juga mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya dengan menargetkan pembuatan 10.000 hingga 20.000 lubang biopori di lingkungan rumah warga.

Pemkot berharap, dengan terselesaikannya persoalan sampah dari hulu, sejumlah titik rawan, termasuk Koridor Serpong yang sebelumnya menjadi area kritis, dapat ditangani secara menyeluruh.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *