
PUSTAKA KOTA, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Lewat program perluasan akses, peningkatan kualitas belajar, dan penguatan sarana prasarana sekolah, Pemkot berupaya memastikan semua anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan periode 2024 hingga awal 2026 menjadi fase akselerasi kebijakan pendidikan.
“Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie, pendidikan menjadi fondasi pembangunan. Selain capaian akademik, peserta didik juga diarahkan memiliki keterampilan tersertifikasi agar siap menghadapi dunia kerja dan persaingan global,” ujar Asep, Rabu (28/1/2026).
Pemkot Tangsel menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada lebih dari 91.000 siswa dari TK hingga SMP. Selain itu, beasiswa diberikan kepada 7.500 siswa SMP dan 2.500 siswa dari keluarga kurang mampu, untuk menjaga keberlanjutan pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
Baca Juga: Dindikbud Tangsel Terapkan PJJ Bersyarat Akibat Cuaca Ekstrem
Tak hanya itu, Pemkot juga menyediakan Beasiswa Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga yang tidak menempuh pendidikan formal. Program ini telah diikuti lebih dari 500 warga, sehingga Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–12 tahun mencapai 99,72 persen.
Penguatan pendidikan juga dilakukan lewat revitalisasi 27 sekolah, pembangunan ruang kelas baru, dan hadirnya ruang publik edukatif seperti Alun-alun Kecamatan Ciputat Timur serta 16 balai warga sebagai sarana belajar dan pengembangan karakter generasi muda.
“Kebijakan ini berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel 2025 tercatat 84,81, tertinggi di Provinsi Banten dan masuk kategori sangat tinggi secara nasional” pangkas Asep
Ke depan, Pemkot Tangsel akan memfokuskan kebijakan pendidikan pada digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, dan perluasan akses bantuan pendidikan hingga perguruan tinggi. Selain itu, program D3 (Dilatih, Disertifikasi, Ditempatkan) diharapkan memastikan lulusan memiliki keterampilan yang siap pakai di dunia kerja.(Red)
1 comment