Sekolah Tanpa Kekerasan: Permendikdasmen 6/2026 Fokus Budaya Aman dan Humanis

Menteri pendidikan dasar dan menengah Abdul Mu'ti. Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan
Menteri pendidikan dasar dan menengah Abdul Mu’ti. Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan

 

PUSTAKA KOTA,Tangsel- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Aturan ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem sekolah yang aman, humanis, dan kondusif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan.

“Keamanan dan kenyamanan sekolah mencakup aspek fisik, sosial, spiritual, dan intelektual, sehingga peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Abdul Mu’ti. saat  memberikan keterangan di kegiatan Peresmian Revitalisasi satuan pendidikan wujudkan sekolah aman dan nyaman se Tangerang Raya di Ciputat Timur Kota Tangsel.Rabu (14/01/2026)

Ia menjelaskan, Permendikdasmen tersebut mendorong keterlibatan pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, hingga masyarakat dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Baca Juga:Patroli Dini Hari Polsek Serpong Gagalkan Aksi Tawuran, Amankan Pemuda Bersenjata Celurit

Kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman dengan pendekatan yang humanis, partisipatif, dan komprehensif,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menegaskan, pendekatan yang digunakan dalam penerapan aturan ini bersifat edukatif dan berorientasi pada pembinaan, bukan hukuman, terlebih hukuman fisik atau tindakan represif.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, menghargai martabat manusia, serta mendorong dialog, empati, dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga meluncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk memperkuat karakter peserta didik. Gerakan tersebut meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Menurut Abdul Mu’ti, pembiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter Anak Indonesia yang unggul dan berakhlak sejak dini. (Cep)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *