Datang ke Tangsel Tanpa Pekerjaan? Sebaiknya Pikir Ulang

  • Whatsapp
Susana deretan bus (ist)

PUSTAKA KOTA, Tangsel – Mentari usai Lebaran belum lama berlalu, tetapi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah bersiap menghadapi arus kedatangan para pendatang dari berbagai daerah.

Harapan akan kehidupan baru membawa mereka melangkah ke kota ini, tetapi Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan satu hal yang harus diingat, siapa pun yang ingin mengadu nasib di Tangsel harus memiliki keterampilan atau pekerjaan yang jelas.

Tak ada larangan, tak ada pintu yang tertutup bagi siapa pun, namun tetap ada aturan yang harus dihormati.

Pilar menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan kontrol terhadap pendatang, dimulai dari sosialisasi kepada RT dan lurah, hingga operasi yustisi yang rutin dilakukan setiap tahun.

Langkah ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya mencegah masalah sosial akibat tekanan ekonomi yang semakin berat.

“Warga yang masuk ke Tangsel untuk dikontrol dan kita melakukan sosialisasi kepada lurah dan RT-nya. Yustisi pasti ada karena itu program tiap tahun ya, kita akan periksa,” ujar Pilar  dengan tegas.

Di balik ketegasan itu, ada kepedulian yang tersirat. Pemerintah tidak ingin membatasi hak seseorang untuk mencari nafkah, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Namun, bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan, Pilar berpesan dengan bijak, mungkin lebih baik bertahan di kampung halaman daripada menghadapi ketidakpastian di kota yang sudah penuh dengan tantangan.

“Jika sudah ada pekerjaan, kita tidak bisa menghalangi, apalagi ekonomi kita lagi turun, masa kita menghalangi orang mau kerja. Tapi kalau ke Tangsel belum ada pekerjaan, saya minta untuk tetap di kampung halamannya,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Tangsel akan menggencarkan operasi yustisi untuk mendata para pendatang.

Kota ini tetap menyambut siapa pun yang ingin berjuang, tetapi hanya bagi mereka yang siap—siap dengan keterampilan, siap dengan pekerjaan, dan siap menghadapi realitas kota yang terus bergerak maju. (DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *