Grebeg Jentik di Pamulang Barat, Kader Edukasi Warga Terapkan 3M dan Kerja Bakti Cegah DBD

PUSTAKA KOTA.Tangsel—Upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) terus digencarkan di wilayah RW 006, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 14 kader juru pemantau jentik (Jumantik) dari Puskesmas Pamulang melaksanakan kegiatan Grebeg Jentik di seluruh RT sebagai langkah edukatif sekaligus aksi nyata pemberantasan sarang nyamuk.Rabu (11/2/2026)

Kegiatan tersebut menyasar rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan jentik nyamuk serta memberikan penyuluhan langsung terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, para kader didampingi oleh Ketua RT dan dua orang warga di setiap wilayah yang dikunjungi.

Kader Jumantik, Yuli, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengantisipasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi penyebab utama penyakit DBD.

“Melalui Grebeg Jentik ini, kami ingin mengingatkan warga bahwa pencegahan demam berdarah harus dimulai dari rumah masing-masing. Kuncinya ada pada kedisiplinan menjalankan 3M,” ujar Yuli.

Baca Juga:Dinsos Tangsel Siapkan Jalur Cepat Reaktivasi PBI JK bagi Pasien Darurat, Kepesertaan Aktif Kembali dalam 24 Jam

Gerakan 3M yang dimaksud meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Barang-barang seperti kaleng, botol plastik, ban bekas, hingga pot tanaman yang tidak terpakai sering kali menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur.

Selain melakukan pemeriksaan jentik, kegiatan juga dirangkaikan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan. Warga bersama pengurus RT dan RW membersihkan selokan, memangkas rumput liar, serta mengangkut sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk.

Ketua RW 006 Pamulang Barat, Imam Mustaqim, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurut dia, keterlibatan aktif warga menjadi kunci keberhasilan pencegahan DBD.

“Kami sangat mendukung program ini. Dengan adanya kader Jumantik yang turun langsung, warga menjadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan ini harus dilakukan bersama-sama,” kata Imam.

Ia menambahkan, kerja bakti rutin akan terus digalakkan agar lingkungan tetap bersih dan sehat, terutama saat musim hujan ketika risiko penyebaran DBD meningkat.

Kegiatan Grebeg Jentik ini merupakan bagian dari program Dinas Kesehatan yang dilaksanakan melalui Puskesmas Pamulang dan Pokjanal (Kelompok Kerja Operasional) DBD. Program tersebut berjalan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, RT, dan RW di bawah naungan Puskesmas Pamulang.

Petugas kesehatan berharap, melalui pendekatan edukatif yang dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, kesadaran masyarakat semakin meningkat. Pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah muncul kasus.

Demam berdarah masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di berbagai daerah, terutama di kawasan permukiman padat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit.

Dengan konsistensi penerapan 3M dan kerja bakti lingkungan, warga Pamulang Barat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman demam berdarah.(Cep)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *