Hari Pramuka ke-65, Benyamin Dorong Generasi Muda Tangsel Berkarakter dan Adaptif

Wali Kota Benyamin Davnie berjabat tangan dengan anggota Pramuka saat Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kota Tangsel.

PUSTAKA KOTA, Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mendorong Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter, tetapi juga mampu membekali generasi muda dengan kemampuan beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai tantangan zaman.

Hal itu disampaikan Benyamin saat memimpin Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kota Tangsel. 

Menurut Benyamin, selama 65 tahun, Gerakan Pramuka telah berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, tangguh, serta memiliki rasa cinta terhadap tanah air.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma tetap relevan di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma yang menjadi pedoman hidup setiap anggota Pramuka telah terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” tuturnya, dikutip Kamis (8/10/2026). 

Namun, kata dia, pendidikan kepramukaan juga perlu terus berkembang agar mampu menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda. Tantangan itu antara lain perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, dan perjudian daring.

Oleh karena itu, ia memandang, penguatan karakter perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi teknologi. 

“Generasi muda perlu memahami perkembangan teknologi sekaligus memiliki kemampuan untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya. 

Selain itu, Benyamin mendorong Gerakan Pramuka mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan air. 

Ia menuturkan, isu tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal persoalan nyata sekaligus mengembangkan keterampilan dan kemandirian.

Generasi muda, lanjut dia, perlu dikenalkan dengan berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan hingga kewirausahaan yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi.

“Kami memandang ketahanan pangan bukan semata persoalan menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” kata Benyamin.

Ia berharap Gerakan Pramuka dapat terus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Generasi tersebut diharapkan tidak hanya memiliki karakter kuat, tetapi juga mandiri, produktif, serta mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan arah pembangunan bangsa, melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” bebernya.

Benyamin menegaskan, penguatan pendidikan kepramukaan menjadi penting agar generasi muda Tangsel tidak kehilangan pijakan nilai di tengah perubahan zaman.

Di sisi lain, mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, Gerakan Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, tetapi juga tempat generasi muda belajar menghadapi perubahan dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan bangsa. (Adv)