Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Kota Tangerang Selatan, Ratusan KK Terdampak

PUSTAKA KOTA, Tangsel — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan sejak Jumat (3/4/2026) memicu terjadinya banjir dan longsor di sejumlah titik. Air mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 14.45 WIB, dan hingga sore hari, sebagian wilayah masih dilaporkan tergenang.

Komandan Regu Satuan Tugas BPBD Kota Tangerang Selatan Dian Wiryawan mengatakan pihaknya telah terjun ke beberapa titik lokasi banjir sejak pagi dini hari. Sabtu (4/4/2026)

Read More

Di Kecamatan Pamulang, genangan air dengan cepat memasuki kawasan permukiman warga. Di Komplek MA Pamulang Timur, ketinggian air mencapai 20 hingga 40 sentimeter dan berdampak pada puluhan kepala keluarga. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan BPI RW 04, Kelurahan Pamulang Timur, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter dan merendam sekitar 300 kepala keluarga.

Air juga menggenangi sejumlah wilayah lain di Pamulang Barat, seperti Perumahan BPI Blok F, Jalan Ketapang, Jalan Akasia 1, Griya Jakarta 2, hingga Perumahan Lembah Pinus. Di beberapa lokasi tersebut, tinggi muka air berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan sebagian terpaksa bertahan di rumah masing-masing.

Kondisi serupa turut terjadi di wilayah Serpong. Genangan dilaporkan muncul di Perumahan Serpong Jaya, Serpong Terrace, hingga kawasan Green Harmoni Kencana Loka, dengan ketinggian air rata-rata 25 hingga 40 sentimeter. Sedikitnya puluhan kepala keluarga terdampak di wilayah ini.

Secara keseluruhan, lebih dari 700 kepala keluarga dilaporkan terdampak banjir yang melanda sedikitnya 10 titik di Kota Tangerang Selatan.

Tidak hanya banjir, hujan deras juga memicu terjadinya longsor di sejumlah wilayah Kecamatan Setu dan sekitarnya. Di Kelurahan Muncul, longsor terjadi di beberapa titik dan menyebabkan terganggunya akses jalan warga serta kerusakan pada tembok rumah. Bahkan, di salah satu lokasi, longsor dilaporkan berdampak pada satu unit rumah warga.

Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Keranggan, Buaran, hingga Kademangan. Longsor di daerah tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian pinggiran rumah warga serta akses jalan yang sulit dilalui.

Petugas gabungan dari unsur terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan serta penanganan awal, termasuk memastikan keselamatan warga di area terdampak.

“Petugas saat ini masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan akses di lokasi terdampak,” ujar Dian Wiryawan.

Menurutnya, kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan di lapangan, terutama di wilayah yang rawan terjadi genangan dan longsor.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan maupun longsor, khususnya bagi warga yang berada di wilayah rawan,” kata Dian.

Sejumlah warga dilaporkan masih bertahan di rumah sambil memantau kondisi air, sementara petugas terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan darurat.

Hingga Sabtu sore, genangan air di sebagian wilayah belum surut. Pemerintah daerah bersama petugas terkait masih melakukan penanganan intensif serta terus memantau perkembangan situasi di lapangan.(Cep)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *