PUSTAKA KOTA, Tangsel – Bantuan kemanusiaan dari warga Tangerang Selatan (Tangsel) mengalir jauh hingga ke pelosok Aceh.
Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel, harapan baru dihadirkan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana tersebut.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie melalui keterangannya menyebutkan, sejak 28 Desember 2025, Baznas Tangsel mendirikan posko relawan di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau.
Benyamin bilang, Posko ini menjadi pusat koordinasi bantuan sekaligus tempat pelayanan langsung bagi masyarakat terdampak, yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
“Ini adalah wujud solidaritas dan empati warga Tangerang Selatan. Melalui Baznas, kita ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya, ditulis Senin (23/02/2026).
Dijelaskan olehnya, beragam bantuan telah disalurkan, mulai dari paket sembako, peralatan dapur, perlengkapan sekolah, hingga seragam untuk siswa sekolah dasar.
Namun selain pada bantuan logistik, relawan juga turun langsung membersihkan lumpur di lima sekolah dan madrasah, membangun sembilan rumah layak huni, tiga sumur bor, tiga unit MCK, serta merenovasi satu masjid agar kembali dapat digunakan masyarakat.
Kemudian lanjutnya, di wilayah pedalaman Sekumur yang sulit dijangkau, misi kemanusiaan terus berlanjut. Relawan membangun 20 unit rumah tumbuh dan satu musholla sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan warga.
“Anak-anak yang sempat mengalami trauma juga mendapat pendampingan melalui kegiatan trauma healing, membantu mereka kembali ceria setelah bencana,” ucapnya.
Benyamin menekankan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi dirancang untuk mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang.
“Kami tidak ingin sekadar datang membawa bantuan lalu pergi. Yang terpenting adalah membantu warga bangkit kembali, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Untuk memperluas jangkauan, Baznas Tangsel juga berkolaborasi dengan Baitul Mal Lhokseumawe, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta Korem 011/Lilawangsa.
Diharapkan olehnya, sinergi ini memungkinkan bantuan menjangkau wilayah terdampak lain seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, hingga Bener Meriah.
Benyamin mengungkapkan, hingga saat ini, penyaluran bantuan masih terus berlangsung di Aceh Tamiang, dengan fokus pada pemulihan psikososial masyarakat serta monitoring renovasi fasilitas umum agar dapat kembali berfungsi optimal.
Bahkan, pada momentum Ramadan 1447 Hijriah, Baznas Tangsel juga menghadirkan program “Ramadan Ceria” berupa lomba kreativitas budaya Islam untuk anak-anak serta kegiatan buka puasa bersama masyarakat Kecamatan Rantau.
“Program ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan, mempererat solidaritas sosial, sekaligus menghadirkan kembali suasana kebersamaan setelah masa sulit akibat bencana,” tuturnya.
Benyamin juga mengungkapkan, aksi kepedulian lintas daerah ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal jarak.
“Dari Tangerang Selatan untuk Aceh, sebuah pesan sederhana namun kuat, saudara tidak pernah benar-benar sendiri,” tutupnya. (Adv)





