Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan, Ratusan KK Terdampak

PUSTAKA KOTA, Tangsel — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan sejak Kamis (30/4) sore menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak, dengan ketinggian muka air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.

Berdasarkan laporan yang diterima pada pukul 17.55 WIB, wilayah terdampak tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Pamulang Barat, Pamulang Timur, Jurangmangu Barat, Pondok Kacang Timur, Ciputat, hingga Rempoa.

Read More

Genangan masih terjadi di beberapa kawasan perumahan. Di Perum Lembah Pinus, Pamulang Barat, ketinggian air mencapai 25 cm dan berdampak pada 140 KK. Sementara di Perum BPI Blok A RW 04, Pamulang Timur, air setinggi 20–30 cm merendam sekitar 200 KK.

Di wilayah Jurangmangu Barat, Perum Taman Mangu mencatat 350 KK terdampak dengan ketinggian air 10–30 cm. Adapun Perum Pondok Maharta di Pondok Kacang Timur menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 450 KK terdampak banjir.

Selain permukiman, genangan juga terjadi di ruas jalan utama seperti Jalan Raya Ceger, Taman Mangu, dengan ketinggian air mencapai 30–50 cm dan hingga kini masih tergenang.

Sejumlah titik lainnya dilaporkan mulai surut, di antaranya Pondok Pesantren Al-Tsyaniah di Buaran, Serpong, yang sebelumnya terdampak akibat jebolnya tembok pembatas kali. Kondisi serupa juga terjadi di Renijaya, Pondok Benda, serta Perum Pamulang 2 dan Kampung Tembok Bolong di Rempoa.

Selain banjir, peristiwa pohon tumbang terjadi di Jalan Raya H. Rean Bendahara. Sebuah truk tertimpa pohon sehingga sempat mengganggu akses lalu lintas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan kondisi saat ini telah dinyatakan aman.

Penata Pelayanan Operasional Danton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.

“Petugas kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan assessment dan membantu penanganan di titik-titik genangan. Hingga malam ini masih ada beberapa wilayah yang tergenang dan menjadi fokus penanganan,” ujar Dian. Jumat (1/5/2026)

Ia menambahkan, intensitas hujan yang cukup tinggi dalam waktu relatif singkat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan di sejumlah wilayah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan genangan. Jika terjadi peningkatan debit air, segera laporkan kepada petugas atau aparat setempat,” katanya.

Hingga Kamis malam, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi terdampak banjir guna memastikan kondisi tetap terkendali. (Cep)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *