PUSTAKA KOTA, Tangsel – Cakupan layanan air perpipaan di Jakarta mencapai 83,27 persen hingga September 2026.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyebut perluasan layanan air perpipaan turut berkontribusi dalam menekan laju penurunan muka tanah atau land subsidence di Ibu Kota.
Arief mengatakan, berdasarkan hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kondisi penurunan muka tanah di sejumlah wilayah Jakarta menunjukkan perbaikan dalam periode 2018–2025.
Ia menyebut, perubahan terlihat dari peta penelitian yang menunjukkan meluasnya area berwarna hijau di Jakarta bagian selatan. Sementara itu, sejumlah area berwarna merah di Jakarta bagian utara berubah menjadi kuning, yang menggambarkan kondisi penurunan muka tanah yang semakin membaik.
“Riset dari Kementerian ESDM menunjukkan Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan,” kata Arief dalam acara media gathering PAM Jaya bersama Balkoters di Bandung, Jumat (30/10/2026).
Menurut Arief, peningkatan penggunaan air perpipaan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah yang menjadi salah satu faktor penyebab penurunan muka tanah di Jakarta.
Ia menegaskan, perluasan jaringan air perpipaan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga mendukung upaya perbaikan lingkungan. Arief turut mengapresiasi sinergi PAM Jaya dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dalam memperluas akses layanan tersebut.
“Cakupan layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset,” ujarnya.
Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan mencapai 1.222.484 sambungan dengan total penerima manfaat sekitar sembilan juta jiwa. Perusahaan tersebut memiliki kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik, didukung jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.
PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, jumlah pelanggan ditargetkan meningkat menjadi 2.016.011 sambungan, dengan kapasitas suplai 32.159 liter per detik dan panjang jaringan pipa mencapai 16.234 kilometer.
“Pengembangan layanan itu juga akan didukung 28 instalasi pengolahan air (IPA),” tuturnya.
Arief menyatakan, capaian cakupan layanan saat ini menjadi dorongan bagi PAM Jaya untuk terus memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas distribusi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta. (Mat)
