Perempuan Betawi Blandongan Tangsel Perkuat Sinergi, Susun Program Berbasis Kebutuhan Masyarakat dan Siapkan Regenerasi Serta Pemberdayaan Berkelanjutan

PUSTAKA KOTA,Tangsel – Perempuan Betawi Blandongan Kota Tangerang Selatan mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya.

Ketua Perempuan Betawi Blandongan, Nunung Nuraini atau biasa dipanggil Mpo Nung, menegaskan bahwa pertemuan yang digelar menjadi titik awal perumusan program kerja yang lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Read More

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Kami ingin merumuskan program yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” kata Mpo Nung sapaan akrabnya ditemui, Selasa (28/4/2026) di acara Acara Halal bihalal dan Memperingati Hari Kartini, Resto ‘KENYANGIN’ shabu & grill ,Jalan H Rean Benda Baru Kecamatan Pamulang. Kota Tangsel

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bamus Adat Betawi Kota Tangerang Selatan agar program yang dijalankan sejalan dengan arah kebijakan organisasi induk.

Perwakilan Bamus Adat Betawi Kota TangerangSelatan, Kurniawan atau Bang Bule, mengungkapkan setidaknya ada beberapa program utama yang menjadi perhatian ke depan.

Yaitu penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sertq perluasan akses jaminan kesehatan melalui kepesertaan BPJS, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan penguatan kegiatan kebudayaan sebagai identitas masyarakat Betawi.

“Program yang disiapkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dinamika pertumbuhan penduduk di Tangerang Selatan yang semakin beragam, sehingga diperlukan upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Sementara Ketua IPSI Tangsel yang ikut hadir, Delima Bungsu Andi,yang lebih akrab dipanggil Mpo Bungsu menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dalam pelestarian budaya Betawi melalui pencak silat.

Ia menegaskan bahwa pencak silat Betawi seperti Beksi dan Cingkrik merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Kami siap berkolaborasi, baik dengan Bamus Adat Betawi Tangsel maupun Perempuan Betawi Blandongan, dalam kegiatan budaya,” ujarnya.

Selain itu, IPSI juga mendorong seluruh anggotanya untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan.

Ditempat yang sama Dewi Hasyim Sekretaris Perempuan Betawi Blandongan Kota Tangerang Selatan menambahkan ,Tidak hanya fokus pada program jangka pendek, Perempuan Betawi Blandongan juga menyiapkan langkah regenerasi melalui pembentukan Perempuan Betawi Muda.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan peran perempuan dalam menjaga budaya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah.

“diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya Betawi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Tangerang Selatan” tutup Dewi Hasyim. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *