Pokdarkamtibmas Ring 26 Cipayung Perkuat Pengamanan Ramadan, Dirikan Pos Pantau dan Intensifkan Patroli Wilayah

PUSTAKA KOTA, Tangsel — Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadan, Kelompok Sadar Kamtibmas (Pokdarkamtibmas) Ring 26 Cipayung bersama personel Polsek Ciputat Timur melaksanakan kegiatan pengamanan lingkungan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pendirian pos pantau di Jalan R.E. Martadinata, tepat di depan kompleks Kejaksaan Cipayung. Pos ini difungsikan sebagai pusat koordinasi, pemantauan situasi wilayah, sekaligus titik komunikasi cepat antara petugas keamanan, relawan, dan masyarakat.

Read More

Wilayah Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, memiliki 12 RW dengan karakteristik lingkungan yang dinamis. Berdasarkan pemetaan kewilayahan, terdapat sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap gangguan kamtibmas, seperti tawuran remaja, balap motor liar, hingga balap lari pada malam hari hingga menjelang sahur.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan tersebut, Pokdarkamtibmas tidak hanya melakukan pemantauan statis di pos pantau, tetapi juga menggelar patroli mobiling pada jam-jam rawan, khususnya malam hingga waktu sahur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan koordinasi antar-ring di bawah komando Polsek Ciputat Timur.

“Pendekatan ini bertujuan menciptakan efek pencegahan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah,” ujar Ketua Ring 26, Marta, Minggu (1/3/2026).

Kegiatan pengamanan dilaksanakan sejak awal Ramadan hingga H+7 Hari Raya Idulfitri. Selain pengawasan lingkungan, petugas juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pokdarkamtibmas turut menggandeng tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, serta elemen warga untuk berpartisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan.

“Model kolaboratif ini menegaskan bahwa kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Warga diimbau untuk melaporkan aktivitas mencurigakan kepada petugas atau pos pantau terdekat, menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta menjaga komunikasi aktif antarwarga dan aparat keamanan.

“Pendekatan preventif berbasis masyarakat terbukti efektif dalam menekan potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada periode meningkatnya aktivitas malam hari selama Ramadan,” ungkapnya.

Keberadaan pos pantau dan patroli rutin diharapkan mampu meningkatkan stabilitas keamanan wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen warga, lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif tidak hanya menjadi harapan, tetapi dapat diwujudkan secara nyata.

“Upaya bersama ini menjadi contoh praktik keamanan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain, terutama pada momen dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri,” pungkasnya (Cep)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *