Bank Jakarta Siapkan Rp 5,87 Triliun untuk Rumah, Bus Listrik, dan Pedestrian

PUSTAKA KOTA, Jakarta – Bank Jakarta menjalin tiga kerja sama strategis dengan nilai potensi mencapai Rp 5,87 triliun. Kerja sama tersebut mencakup pembiayaan rumah bagi pekerja sektor informal, elektrifikasi armada Transjakarta, dan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.

Read More

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama, dan perjanjian kredit itu berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembangunan Jakarta membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujar Pramono.

Pembiayaan Rumah hingga Bus Listrik

Dari tiga kerja sama tersebut, Bank Jakarta menjalin kolaborasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Jamkrida Jakarta untuk mendukung program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR).

Program dengan potensi nilai Rp 587 miliar itu ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan kepemilikan rumah bagi pekerja sektor informal.

Melalui dukungan kredit dan penjaminan, program tersebut diharapkan membantu pekerja sektor informal memperoleh akses pembiayaan perumahan.

Selain itu, Bank Jakarta bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk mendukung program elektrifikasi 3.782 armada.

Kerja sama dengan potensi nilai Rp 5,07 triliun itu memiliki jangka waktu nota kesepahaman selama tiga tahun.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan transportasi publik berbasis listrik untuk mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Bank Jakarta juga menjalin kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk membiayai pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.

Fasilitas kredit yang disiapkan memiliki plafon Rp 220 miliar dengan jangka waktu 15 tahun.

Pembangunan pedestrian deck diharapkan memperkuat konektivitas antarmoda transportasi serta meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas.

DKI Catat 52 Kerja Sama Strategis

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Saefullah Hidayat mengatakan, Pemprov DKI terus mendorong kolaborasi antara BUMD, BUMN, dan perangkat daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik.

Berdasarkan catatan Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, terdapat 52 kerja sama strategis hingga triwulan III 2026. Jumlah itu terdiri dari 27 kerja sama BUMD dengan BUMN dan 25 sinergi antar-BUMD yang melibatkan 14 BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan pada Senin, sebanyak 15 kerja sama ditandatangani. Kerja sama tersebut mencakup sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan dan ketenagakerjaan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, hingga transportasi publik.

Di sektor kesehatan, delapan BUMD bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), yang menaungi 31 rumah sakit daerah.

Kolaborasi itu mencakup dukungan rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, layanan air bersih, pembiayaan dan penjaminan, serta integrasi layanan wisata kesehatan dan perhotelan.

Pada sektor infrastruktur digital, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo bekerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia untuk pemanfaatan sarana telekomunikasi dan layanan konektivitas.

Kerja sama dengan PT Danareksa (Persero) juga mencakup penyelenggaraan media periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, Perumda Paljaya bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk menjajaki pemanfaatan limbah fat, oil, and grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel.

Transjakarta juga menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi transportasi publik.

Di bidang pengembangan kawasan, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) bekerja sama dengan PT MRT Jakarta untuk mengembangkan kawasan, properti, dan konsep transit-oriented development (TOD) pada jalur MRT Jakarta East-West.

Pemprov DKI Jakarta juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi.

Hingga akhir 2026, program tersebut direncanakan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta. Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, dan kelistrikan.

Saefullah mengatakan, kemitraan lintas sektor diperlukan agar BUMD dapat meningkatkan daya saing sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dari 15 kerja sama tersebut, kami melihat bahwa masa depan Jakarta tidak dibangun secara sektoral, tetapi melalui kemitraan strategis lintas sektor. Sinergi adalah jembatan menuju ekosistem perkotaan yang tangguh, modern, dan mandiri,” ujar Saefullah.

Pramono juga mengingatkan agar setiap kesepakatan ditindaklanjuti dengan program konkret, target terukur, dan tata kelola yang baik.

Menurut dia, keberhasilan kerja sama tidak hanya dilihat dari jumlah perjanjian yang ditandatangani, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” tegasnya. (HFZ)

Related posts