PUSTAKA KOTA, Tangsel — Abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel mengambil langkah cepat dengan membagikan 4.200 masker kepada warga. Masker diberikan sebagai upaya sederhana untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Kepala Markas PMI Kota Tangsel, Slamet Purnama mengatakan, pembagian masker diprioritaskan bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengendara dan warga yang berada di kawasan terdampak.
“Langkah ini merupakan respons cepat tanggap darurat untuk mencegah risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” kata Slamet, Selasa (8/9/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 30 personel PMI dikerahkan untuk membantu pembagian masker di tujuh kecamatan. Para relawan tidak hanya membagikan masker, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar menggunakannya ketika berada di luar rumah.
Slamet melanjutkan, pembagian masker dilakukan dalam dua tahap. Tahap berikutnya akan menyasar aktivitas peserta didik ketika kegiatan belajar di sekolah kembali berlangsung.
“PMI Kota Tangsel juga menyiapkan tambahan 10.000 masker untuk mendukung pembagian tahap selanjutnya,” ucapnya.
Menurutnya, di tengah kondisi saat ini, penggunaan masker menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi diri. Terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
PMI mengimbau masyarakat tidak mengabaikan paparan abu vulkanik. Selain menggunakan masker, warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak memungkinkan. (Adv)
