Sigap Redam Ketegangan di Pamulang, Kapolres Tangsel Turun Langsung Mediasi Dua Kelompok

PUSTAKA KOTA.Tangsel — Kesigapan Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Boy Jumalolo dalam mengantisipasi potensi konflik mendapat perhatian saat ketegangan terjadi di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan.

Tidak menunggu situasi berkembang, AKBP Boy Jumalolo turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendekatan dan mediasi terhadap dua kelompok yang tengah bersitegang. Langkah tersebut dilakukan bersama jajaran Polres Tangsel dengan dukungan TNI.

Read More

Kapolres Tangsel mengedepankan pendekatan persuasif, preventif, dan humanis untuk mencegah ketegangan berujung pada konflik yang lebih luas.“Pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan persuasif, preventif, dan humanis untuk mencegah konflik berlanjut. Kami mengutamakan komunikasi dan mengajak seluruh pihak untuk menahan diri,” ujar Boy Jumalolo.Sabtu (22/8/2026)

Di lokasi, Boy juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak berkerumun. Warga yang berada di sekitar lokasi diminta membubarkan diri demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami meminta semua pihak untuk tidak terpancing dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Pantauan PUSTAKA KOTA, pendekatan langsung yang dilakukan Kapolres Tangsel bersama jajarannya membuahkan hasil. Secara bertahap, warga yang sebelumnya berkerumun mulai membubarkan diri.Situasi di lokasi kemudian berangsur kondusif dan dapat dikendalikan sepenuhnya oleh aparat keamanan.

Boy menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog.

“Kami hadir untuk menjaga agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik. Kami mengajak semua pihak mengedepankan dialog, menghormati proses hukum, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.

Diketahui, ketegangan di Pamulang berkaitan dengan persoalan antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Yayasan Syarif Hidayatullah terkait alih kelola dan sengketa aset lembaga pendidikan Madrasah Pembangunan, yang mencakup TKIP dan SDIP di Pamulang, Tangerang Selatan.

Ketegangan sempat memicu aksi saling dorong ketika masing-masing rombongan bertemu di lokasi. Persoalan tersebut berkaitan dengan klaim mengenai penyelamatan aset negara serta perubahan legalitas yayasan.

Kesigapan aparat Polres Tangsel bersama TNI dalam meredam ketegangan menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya konflik terbuka. Pendekatan humanis yang dilakukan Kapolres secara langsung juga membuat situasi dapat segera dikendalikan tanpa berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar. (Cep)

Related posts