Pet Food Lokal Didorong Kuasai Pasar Domestik, Mendag Minta Industri Tingkatkan Daya Saing

Read More

Tangerang, Pustaka Kota– Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong industri pakan hewan peliharaan (pet food) dalam negeri untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing agar mampu menjadi pilihan utama di pasar domestik yang saat ini masih banyak diisi produk impor.

Hal tersebut disampaikan Budi Santoso saat menghadiri peluncuran merek pakan kucing premium Cat’s Favour yang diproduksi EVO Group dalam rangkaian Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Sabtu (5/9/2026).

Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan itu menilai pasar pakan hewan peliharaan di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha nasional.

“Pasar domestik untuk pakan hewan peliharaan sangat besar dan kami dorong produsen lokal untuk memasuki pasar ini dengan lebih optimal. Contohnya seperti EVO Group, produknya tidak kalah dengan yang impor. Kementerian Perdagangan mendorong industri ini agar terus berkembang sehingga ekonomi kita juga tumbuh,” kata Budi Santoso.

Menurutnya, tingginya permintaan pasar domestik menjadi peluang bagi industri nasional untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan merek-merek impor.

Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, Budi juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan peluang ekspor yang semakin terbuka melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia.Salah satu peluang tersebut berasal dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang ditargetkan ditandatangani tahun ini.

“Indonesia sudah memiliki banyak perjanjian dagang dengan berbagai negara, termasuk dengan Uni Eropa yang akan ditandatangani tahun ini. Dengan perjanjian dagang tersebut, peluang pasar bagi produk Indonesia semakin terbuka,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, EVO Group meluncurkan Cat’s Favour, merek makanan kucing premium yang akan didistribusikan oleh PT Evo Continental Trade (EVOCAT).Chief Marketing Officer EVO Group, Dimas Baskoro, mengatakan peluncuran produk tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk pakan hewan berkualitas internasional yang diproduksi di Indonesia.

“Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap pakan hewan peliharaan terus berkembang. Hal ini menjadi peluang bagi kami untuk menghadirkan produk lokal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia, tetapi juga memiliki kualitas dan standar internasional,” ujar Dimas.

Menurutnya, Cat’s Favour dikembangkan dengan mengacu pada panduan nutrisi dari European Pet Food Industry Federation (FEDIAF) dan Association of American Feed Control Officials (AAFCO) sehingga mampu bersaing di pasar domestik maupun global.Selain meluncurkan produk baru, EVO Group juga menargetkan pemecahan rekor dunia Guinness World Records untuk kategori Most Halal Certified Pet Food Sold in 8 Hours pada Minggu (6/9/2026).

Perusahaan menargetkan penjualan sekitar 10 ribu kemasan pakan hewan kepada 5.000 pengunjung dalam waktu delapan jam.Ekspor Pet Food Indonesia Tumbuh Positif, Kementerian Perdagangan mencatat kinerja ekspor produk pakan hewan peliharaan Indonesia menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir.

Pada periode 2021–2025, ekspor sektor ini tumbuh sebesar 31,98 persen. Sepanjang 2025, nilai ekspor produk pakan hewan peliharaan mencapai USD 8,66 juta.India menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 53,60 persen, disusul Malaysia sebesar 18,50 persen, Jepang 8,96 persen, Filipina 7,88 persen, dan Hong Kong 4,77 persen.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor produk pakan hewan peliharaan Indonesia tercatat sebesar USD 3,43 juta.Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan pangsa pasar global. Saat ini Indonesia berada di peringkat ke-59 dunia sebagai pemasok produk pakan hewan peliharaan dengan pangsa pasar sekitar 0,03 persen.

Adapun negara eksportir terbesar dunia untuk sektor tersebut masih didominasi Jerman dengan pangsa pasar 12,18 persen, Thailand 10,24 persen, Polandia 9,46 persen, Amerika Serikat 8,68 persen, dan Prancis 8,63 persen.Kementerian Perdagangan berharap peningkatan daya saing industri nasional dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor di pasar domestik.

Related posts