PUSTAKA KOTA, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pengerukan Sungai Ciputat.
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) itu difokuskan di kawasan Pondok Hijau sebagai bagian dari normalisasi sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
Pengerukan dilakukan dengan mengangkat endapan sedimen yang selama ini menghambat aliran Sungai Ciputat. Dengan kapasitas sungai yang lebih optimal, risiko luapan air yang kerap memicu genangan di sejumlah kawasan permukiman diharapkan dapat ditekan.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan pengendalian banjir menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, ia bilang, berbagai langkah terus dilakukan, mulai dari normalisasi sungai, pemeliharaan drainase, hingga pembangunan infrastruktur pendukung secara bertahap dan berkelanjutan.
“Pengendalian banjir menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Karena itu, normalisasi dan pengerukan sungai akan terus dilakukan secara bertahap agar kapasitas aliran air tetap terjaga, sehingga risiko genangan dapat diminimalkan dan masyarakat merasa lebih aman,” kata Benyamin, ditulis Rabu (5/8/2026).
Sementara Koordinator Pemeliharaan Alat Berat dan Saluran Air Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sungai DSDABMBK Kota Tangsel, Jupri, menjelaskan pengerukan dilakukan pada aliran Sungai Ciputat yang membentang dari kawasan Pengasinan hingga Bendung Ciputat. Saat ini, pekerjaan dipusatkan di bagian hulu, tepatnya di kawasan Pondok Hijau.
Menurut Jupri, normalisasi tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi luapan air yang selama ini mengancam sejumlah wilayah, seperti Pondok Hijau, Inhutani, Flyover Ciputat, Cipayung, hingga Kompleks Perumahan Narada.
Setelah pengerjaan di bagian hulu selesai, DSDABMBK akan melanjutkan pengerukan ke bagian hilir Sungai Ciputat, tepatnya di kawasan Perumahan Ciputat Baru.
Ia menjelaskan, langkah itu diharapkan dapat memperluas perlindungan terhadap kawasan permukiman yang rawan terdampak banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Jupri menambahkan, pengerukan sungai merupakan kegiatan pemeliharaan rutin yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga kapasitas aliran tetap optimal. Sedimentasi yang terus menumpuk dapat mengurangi daya tampung sungai dan memperlambat aliran air, sehingga meningkatkan potensi terjadinya luapan.
“Melalui normalisasi yang dilakukan secara berkala, kami berharap sistem pengendalian banjir semakin efektif, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Ciputat,” tutupnya. (Adv)





