Pemkot Tangsel Bangun Bronjong 164 Meter di Villa Pamulang, Antisipasi Banjir dan Longsor

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung pembangunan bronjong di kawasan Villa Pamulang, Kecamatan Pamulang, untuk memperkuat tebing Sungai Angke dan mengantisipasi risiko longsor serta banjir.

PUSTAKA KOTA, Tangsel — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), membangun bronjong batu kali sepanjang 164 meter di kawasan Villa Pamulang, Kecamatan Pamulang. Pembangunan ini dilakukan untuk memperkuat tebing Sungai Angke sekaligus mengantisipasi ancaman longsor dan banjir.

Bronjong dibangun pada sisi sungai yang mengalami pengikisan akibat aliran air. Penguatan tebing tersebut diharapkan dapat mencegah pergeseran tanah yang berpotensi menyebabkan longsor hingga mengganggu akses jalan di sekitar permukiman.

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan mengatakan, pembangunan bronjong dilakukan setelah Pemerintah Kota Tangs memperoleh izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat Sungai Angke merupakan bagian dari wilayah kewenangan pemerintah pusat.

“Kalau di Villa Pamulang, karena itu Sungai Angke, jadi izin dari BBWS, kita diberikan izin. Pemasangannya sebatas semi permanen, dengan bentuk bronjong batu kali yang diikat dengan kawat,” katanya, ditulis Senin (14/9/2026).

Menurut Pilar, konstruksi bronjong dipasang secara bertahap dengan ketinggian yang menyesuaikan kondisi tebing sungai. Pada sejumlah titik, ketinggian konstruksi mencapai sekitar lima meter.

Selain bronjong sepanjang 164 meter, Pilar menyebut, proyek tersebut dilengkapi parapet atau pagar pengaman sepanjang 145 meter. 

“Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat tebing sungai sekaligus mengurangi risiko longsor, jalan amblas, dan genangan di kawasan sekitar,” ungkapnya. 

Pilar menuturkan, pembangunan infrastruktur pengendali tersebut juga perlu diikuti dengan penataan bangunan yang berada di sekitar bantaran sungai. Masih meenurutnya, penataan diperlukan agar pekerjaan penguatan tebing dapat berjalan tanpa terhambat persoalan di lapangan.

Ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan segera melakukan komunikasi dengan warga terkait penataan kawasan bantaran sungai.

“Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan publik. Kecamatan dan kelurahan segera komunikasikan supaya penataan di pinggir sungai bisa segera dilakukan,” kata Pilar.

Pembangunan bronjong dan penataan kawasan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Pemkot Tangsel berharap penguatan tebing Sungai Angke dapat meningkatkan keamanan kawasan sekaligus mengurangi potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi. (Adv)