PUSTAKA KOTA, Tangsel — Lima pemuda yang diduga hendak menggelar aksi tawuran ditangkap warga di kawasan pemukiman Jalan KH Wahid Hasyim, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu subuh. (5/9/2026).
Dari tangan para pelaku, warga menyita dua bilah senjata tajam jenis celurit.Peristiwa penangkapan tersebut bermula saat warga setempat hendak membuka portal lingkungan untuk menunaikan shalat subuh di masjid.
Di saat bersamaan, sekelompok pemuda melintas di dalam gang dengan gerak-gerik mencurigakan.Salah seorang warga setempat, Bagus, mengatakan keberadaan kelompok pemuda bersenjata tajam tersebut amat meresahkan masyarakat sekitar karena frekuensi mereka melintas cukup tinggi.
“Warga cemas karena kawasan pemukiman kami kerap dilalui kelompok pemuda yang diduga hendak tawuran,” kata Bagus di lokasi
Ia menambahkan, kekhawatiran terbesar warga adalah dampak langsung jika bentrokan antar-kelompok benar-benar pecah di pemukiman mereka.
“Warga takut aksi tawuran terjadi di sekitar rumah dan kami justru menjadi korban salah sasaran,” ujar Bagus.
Suasana di lokasi penangkapan sempat memanas sewaktu sejumlah warga yang tersulut emosi berupaya menghakimi para pelaku. Ketegangan baru mereda setelah sejumlah ibu-ibu berteriak meminta massa menahan diri guna mencegah aksi main hakim sendiri.
Guna mendinginkan situasi, warga memutuskan untuk mengajak dua pemuda pembawa celurit tersebut ikut menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid. Langkah humanis itu dinilai efektif meredam amarah massa sekaligus menyelamatkan para pelaku dari amukan warga.
Kelima pemuda berikut barang bukti berupa dua bilah celurit dan dua unit sepeda motor kini telah diserahkan ke Mapolsek Pondok Aren. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif dan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. (Cep)






