PUSTAKA KOTA, Tangsel — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membagikan 14.000 masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembagian masker dilakukan serentak di tujuh kecamatan, adapun 4.000 masker dibagikan pada pagi hari, sedangkan 10.000 masker lainnya disalurkan pada sore hari.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pembagian masker dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Yang terpenting masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Benyamin, ditulis Kamis (10/9/2026).
Terpisah, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan ikut terjun langsung membagikan masker kepada masyarakat di Alun-Alun Pondok Aren.
Pilar mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan perlindungan sekaligus edukasi kepada masyarakat terkait potensi dampak abu vulkanik.
Pilar menerangkan, selain di Alun-Alun Pondok Aren, pembagian masker dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk Perempatan Muncul, Jalan Raya Pamulang, kawasan Ciputat dan Ciputat Timur, serta beberapa lokasi di kecamatan lainnya.
“Kegiatan ini merupakan gerakan sebagai bentuk dukungan sekaligus edukasi kepada masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kesehatan,” ucapnya.
Selain pembagian masker, lanjut Pilar, Pemerintah Kota Tangsel juga melakukan penyiraman di sejumlah ruas jalan secara berkala untuk mengurangi debu yang berpotensi kembali beterbangan.
Penyiraman dilakukan di sejumlah ruas jalan hingga kawasan Alun-Alun Pondok Aren. Kegiatan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Tangerang Selatan, Kodim 0506/Tangerang, serta pihak pengembang.
“Penyiraman menggunakan metode dust suppression atau pengendalian debu. Langkah tersebut dilakukan untuk membasahi abu yang mengendap di permukaan jalan sehingga tidak mudah terangkat kembali oleh angin maupun aktivitas kendaraan,” bebernya.
Pilar juga mengatakan, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Pemerintah Kota Tangsel turut mengingatkan abu vulkanik dapat membawa partikel yang berisiko mengganggu kesehatan apabila terhirup.
“Kami juga mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, serta menjaga kesehatan selama kondisi sebaran abu vulkanik masih berpotensi terjadi,” demikian ungkap Pilar. (Adv)
