PAM Jaya Setor Dividen Rp257 Miliar, Target Layanan Air 100 Persen pada 2029

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memaparkan rencana pengembangan layanan air perpipaan Jakarta periode 2026–2029, dengan target cakupan pelayanan mencapai 100 persen pada 2029.

PUSTAKA KOTA, Jakarta – PT PAM Jaya (Perseroda) menyetorkan dividen sebesar Rp257 miliar kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2025. Perusahaan daerah tersebut menargetkan cakupan layanan air perpipaan di Ibu Kota mencapai 100 persen pada 2029.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, setoran dividen meningkat dari Rp62,37 miliar pada 2024 menjadi Rp257 miliar pada 2025. Perseroan merencanakan pembagian dividen sebesar Rp230 miliar pada 2026.

“Pertumbuhan dividen dari 2024 ke 2025 mencapai 312,7 persen,” kata Arief dalam kegiatan media gathering di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ditulis Senin (02/11/2026).

Arief menyebut, PAM Jaya mengambil alih pengelolaan layanan air bersih secara penuh setelah kerja sama dengan dua mitra swasta, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra), berakhir pada 31 Januari 2023.

Selain dividen, lanjut Arief, PAM Jaya berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi. Setoran pajak daerah tercatat sebesar Rp16,67 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp17,77 miliar pada 2025, dan mencapai Rp18,02 miliar pada 2026.

“Sementara itu, setoran retribusi daerah tercatat sebesar Rp396 juta pada 2024, Rp302 juta pada 2025, dan Rp94 juta pada 2026,” tambahnya. 

Arief menjelaskan, dividen yang disetorkan kepada pemerintah daerah menjadi bagian dari pendapatan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Dari sisi keuangan, menurut Arief, PAM Jaya membukukan laba bersih sebesar Rp1,247 triliun pada 2023. Laba tersebut turun menjadi Rp735 miliar pada 2024, kemudian meningkat menjadi Rp1,035 triliun pada 2025.

“Hingga September 2026, laba bersih perusahaan mencapai Rp790 miliar. PAM Jaya menargetkan laba sebesar Rp1,258 triliun hingga akhir 2026,” ujarnya. 

Arief mengungkapkan, target tersebut disesuaikan setelah adanya arahan dari Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta yang merujuk pada pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai target laba perusahaan.

Arief juga menjelaskan, pada sektor pelayanan, hingga September 2026 PAM Jaya memiliki 1.222.484 pelanggan dengan cakupan sekitar sembilan juta jiwa. Cakupan layanan air perpipaan mencapai 83,27 persen, dengan kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik.

Oleh karena itu, Arief berujar, untuk mendukung distribusi, perusahaan telah membangun jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.

“PAM Jaya menargetkan cakupan layanan mencapai 100 persen pada 2029, dengan jumlah pelanggan meningkat menjadi 2.016.011 sambungan dan kapasitas suplai air sebesar 32.159 liter per detik. Panjang jaringan pipa ditargetkan mencapai 16.234 kilometer, didukung 28 instalasi pengolahan air (IPA),” bebernya. 

Arief menerangkan, perusahaan akan terus meningkatkan kinerja keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap air perpipaan di Jakarta. (Mat)