Keruk Kali Pesanggrahan, Pemkot Jaksel Targetkan 60.000 Meter Kubik Sedimen

Pemkot Jaksel tenggah melakukan pengerukan di kali cavelio umtj

PUSTAKA KOTA, JAKARTA– Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan mengintensifkan pengerukan Kali Pesanggrahan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan dan mengurangi risiko genangan.


Pengerukan dilakukan melalui gerakan Merah Putihkan Jakarta, yang juga menyasar saluran mikro di sekitar Kali Pesanggrahan.

Read More


Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, pembersihan sungai dan saluran tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sejak pekan lalu, Pemkot Jakarta Selatan telah melakukan kick-off gerakan gotong royong dengan melibatkan camat dan lurah untuk rutin memantau kondisi di lapangan.


“Kami menginstruksikan para camat dan lurah untuk terus melakukan pemantauan. Selain itu, kami juga akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan proses pembersihan sungai dan saluran mikro berjalan konsisten selama musim kemarau,” ujar Syafrin, Sabtu (15/8).


Keruk 60.000 Meter Kubik


Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo mengatakan, pengerukan difokuskan di Kali Pesanggrahan segmen Kompleks IKPN hingga ke arah hilir sepanjang 1,4 kilometer.


Menurut Santo, kawasan RW 04 Kompleks IKPN selama ini kerap mengalami genangan akibat penyempitan aliran dan pendangkalan sedimen lumpur.


“Jadi, kawasan RW 04 Kompleks IKPN selama ini dikenal sering mengalami genangan akibat penyempitan aliran dan pendangkalan sedimen lumpur yang parah,” kata Santo.


Pengerukan telah dilakukan sejak April 2026 dan ditargetkan rampung pada Maret 2027.

Total volume sedimen yang ditargetkan untuk dikeruk mencapai 60.000 meter kubik.


“Hingga saat ini, progres volume pengerukan telah mencapai 35,7 persen. Pengerukan dilakukan hingga kedalaman enam meter dari permukaan tanah untuk mengeruk sedimen lumpur serta sampah rumah tangga yang mengendap,” jelasnya.


Untuk mendukung pekerjaan tersebut, sebanyak lima alat berat dan 10 truk pengangkut dikerahkan.


Empat alat berat digunakan untuk mengeruk aliran sungai, sementara satu unit disiagakan di lokasi penampungan sementara di kawasan Tanah Kusir atau area pemakaman terdekat.


Libatkan 680 Personel.


Sementara itu, gerakan gotong royong yang digelar di kawasan tersebut melibatkan sekitar 680 personel gabungan dari TNI, Polri, dan unsur lainnya.


Para peserta mengenakan pakaian bernuansa merah putih sebagai bagian dari gerakan Merah Putihkan Jakarta sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Syafrin mengatakan, kegiatan tersebut juga disinergikan dengan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan.


“Kegiatan ini juga disinergikan dengan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan. Yang diharapkan juga akan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.


Pemkot Jakarta Selatan juga memperkuat koordinasi dengan wilayah lain, termasuk Pemerintah Kota Jakarta Barat, untuk menangani titik-titik rawan di wilayah perbatasan.


“Selain penanganan teknis di lokasi, kami juga memperkuat koordinasi lintas wilayah perbatasan. Salah satunya kolaborasi bersama Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk penanganan titik rawan, guna memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir tanpa hambatan,” tandas Santo. (HFZ)

Related posts